Migrate to devanalferi.wordpress.com

September 28th, 2008 by devanalferi

According to the effectiveness of time, I decided to move my blog to devanalferi.wordpress.com…

This blog won’t be deleted, but I will not do posting again in this blog…Sorry friendster, sorry Michael who own Friendster TM,,but it is your own fault that you’re not updating your speed. Enough with “PAGE LOADING FRIENDSTER” which takes more time than Facebook.

Same with your friendster blogs. Enough with waiting for so loooong time to open that page. I will be consumer of Wordpress.com.

Thank You…please Welcome me…Facebook and Wordpress…Thank you….

Once again, I will not deleted all my profile, but I just put my Friendster in my 54th list when I online..hehe…

What if I would..

August 14th, 2008 by devanalferi

What if I would had refused to enter ITB?
What if I would had declined to become one of representative to make vision and mission of 2005 on OSKM 2005?
What if I would had not read 5 cm novel?
What if I would had not joined Mahasiswa Berprestasi competition?
What if I would had not became one of candidate chairperson of HMF?
What if I would had pushed away my will to contribute for HMF and refused to help Ikhwan on External Department?
What if I would had rejected an offer to be speaker on LOTR?
What if I would had followed my mom’s order not to join PPSDMS Dormitory?

the answer is: "I will be sorry"

Di atas adalah beberapa langkah yang sampai saat ini kuingat sebagai langkah-langkah yang cukup berani. Langkah yang tetap aku lakukan walaupun aku selalu ketakutan untuk melangkah lagi ke depan dan keluar dari zona nyaman yang selama ini saya ciptakan dalam pikiran saya tersebut.

Jika diperhatikan, kebanyakan dari langkah itu, secara berani, aku lakukan di akhir dua tahun ini. Begitu banyak yang terjadi selama dua tahun ini. Dua tahun yang cukup menegangkan di asrama PPSDMS. Saya sudah menerima banyak, sudah seharusnya saya memberikan yang terbaik dan terbanyak.

Namun, walaupun begitu, masih banyak pula kesempatan yang aku lewatkan karena aku masih terlalu takut untuk meloncat lebih jauh lagi ke depan. Aku masih berlindung dengan status anak tunggalku, aku masih berlindung dengan nama besar ITB, aku masih berlindung di balik nama besar PPSDMS itu sendiri, dan aku masih berlindung di balik jabatan "hanya" ketua bidang (yang paling bertanggung jawab dan mengambil keputusan kan paling utama ketua himpunan). Salah satu contohnya kesempatan yang gagal aku dapatkan itu utama adalah penokohan seorang Devandra Alferi. Masih saja imej yang terbangun adalah Devandra Alferi yang lama, bukan yang sudah ditempa.

Sekali lagi masih banyak yang aku lewatkan selama dua tahun ini. Kemudian pertanyaannya adalah: "Apakah aku masih bisa berkembang setelah asrama ini meninggalkanku?"
[Lagi-lagi aku ketakutan karena kehilangan salah satu zona nyaman yang telah terbentuk dengan sendirnya. Zona tempat aku berlindung di baliknya. Asrama PPSDMS]

Aku sadar bahwa mindset yang diberikan oleh asrama ini bukanlah untuk orang yang memaksa untuk dapat berkembang sendiri. Asrama ini dibangun untuk orang-orang yang dapat berkembang dengan komunitasnya. Semua yang dilakukan di asrama ini hanyalah segelintir bagian dari visi besar kami semua: Membangun peradaban. Bagaimanapun juga, tanpa atau dengan kehadiran asrama ini aku harus bisa melangkah, meloncat, dan melayang ke depan, menuju mimpi indah yang diamanahkan ini. Walaupun kami merupakan Dell, Toshiba, Axioo, dengan serinya yang berbeda-beda, tapi software teman-teman asrama ini haruslah tetap sama: Microsoft.

Semoga cita-cita kami dapat terwujud. Karena yang kami harap adalah terciptanya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat, serta kebaikan dari Allah–Pencipta Alam Semesta.

Sampai jumpa kawan-kawan angkatan III regional II Bandung. Semoga Yang Maha Kuasa meridhoi langkah-langkah kita. Amiin. 

NB:
mohon maaf jika blog ini agak menggelikan bagi teman-teman yang sempat untuk membacanya. Terlalu cengeng untuk seorang pria kan? haha..Namun, tolong tanyakan pada hati kecil teman-teman: "Setelah lulus nanti, visi besar teman-teman untuk anak cucu apa?". Paling tidak saya sudah menyampaikan visi besar saya dan teman-teman saya..yaitu membangun peradaban. Anak cucu saya nanti akan tinggal di Indonesia dan saat peradaban itu berhasil aku buat, tentunya anak cucuku nantinya yang juga akan bahagia. So, buat teman-teman yang ternyata belum memiliki visi besar untuk bangsa ini, adopsilah visi kami. Berjuanglah bersama kami! Jadilah ahli di bidangmu masing-masing! Taklukkan era globalisasi dengan tangan kita! Be a Better Best Person Each Second in your life!!

untitled

August 14th, 2008 by devanalferi

Malam tadi, ayahku menyampaikan di Kick Andy ada liputan Black Innovation Award tentang barang-barang hasil karya anak muda yang kreatif. Ayahku kemudian (nampaknya) berusaha memotivasi aku untuk pula ikut berkreativitas seperti mereka. Namun, entah kenapa, yang aku tangkap adalah menjelek-jelekan diriku sendiri. Memang sih, Devan yang ga kreatif, tidak punya ide untuk menciptakan barang-barang seperti mereka. Hah…kenapa ya ayah ga pernah mengerti..Anaknya ini ada di Sekolah FARMASI..sebuah sistem pendidikan yang kurasakan sampai saat ini tidak bisa memfasilitasi Devan untuk kreatif.

Tapi, memang tidak bisa disalahkan begitu saja, karena memang Devan sendirilah yang tidak pula berniat untuk bertindak kreatif untuk mencipta. Konsumsi saja yang terpikir di otakku ini. Tidak pernah kupikirkan apakah aku bisa berbuat sesuatu untuk orang lain dengan karya-karyaku..

Seorang teman di asrama pernah bertanya padaku: "Karyamu apa Van?"..
Dan pertanyaan ini aku tidak bisa menjawabnya.  Selama di ITB sepertinya aku jarang sekali berkarya. Tentunya karya yang nyata, yang bisa dimanfaatkan orang lain..jarang..jarang sekali…ya elah…sekali lagi di blog sebelumnya..PRESTASI…paling tidak hal ini yang harus bisa kubuktikan di satu tahun sebelum aku lulus. Aku harus membuktikan pada ayahku bahwa aku pun mampu untuk berkarya seperti mereka di Kick Andy tadi malam.

Anak tunggal itu beban, tapi
itulah motivasiku..
jadi inget nanti aku mati,
apa yang bisa Devandra Alferi tinggalkan?

sumbangkan namaku untuk dicatat dalam sejarah peradaban dunia!!!Amiin.

Fardes, dan apa jadinya bangsa ini

August 14th, 2008 by devanalferi

fardes, garut desa sindangsari..

kesanku..
rakyat Indonesia gambaran secara umumnya ada di sana..
anak-anak jarang yang pergi sekolah, orang-orang tua yang tidak bervisi tertentu untuk keluarga mereka..hanya melakukan saja apa yang orang tua mereka lakukan sebelumnya..dan kemudian..kawin.ini yang utama..

di rumahku, seorang Ibu menikah pada umur 11 tahun, dan suaminya pada saat itu berusia 18 tahun…Ya Allah…mau jadi apa bangsa ini saat rakyatnya pun masih bingung dan tidak tahu harus melakukan apa..

pemimpin-pemimpin hebat memang diperlukan di setiap daerah, termasuk di desa-desa…pemimpin yang mampu menyadarkan warganya untuk bervisi..minimal untuk keluarganya sendiri..

Ibu dan Bapak RW 5
Mereka sangat hangat..ke kami mereka menganggap kami adalah anak mereka sendiri yang selalu menemani mereka. Mereka seakan tidak peduli akan kelakukan kekanak-kanakan kami, kenakalan kami, bahkan kemalasan kami di rumah. Mereka sangat rajin bekerja. Walaupun sekali lagi, tidak ada visi nampaknya..Kalau aku diberi kesempatan rejeki, ingin sekal aku memiliki peternakan sapi di sana dengan visi "Go International and Recognized in 100 Countries of the World"…langkah pertama adalah (misi pertama adalah membangun jaringan internet)…ingin sekali menyampaikan pikiran ini pada mereka..tapi apa daya..aku sangat takut menyampaikannya..

mahasiswa hanya pelajar..bukan untuk mengajari dan sok tahu..

takut sekali aku dianggap seperti itu….

harapan warga akan mahasiwa..
saat kami akan perpisahan malam itu di madrasah, sangat terlihat besar sekali harapan mereka akan kami para mahasiswa.mereka sama sekali tidak mau tahu kalau kami dari farmasi..mereka hanya tahu bahwa kami memiliki kesempatan lebih besar daripada mereka..kami ada di kota, dan mereka ada di desa..itu saja yang mereka tahu,,bahkan mereka sama sekali tidak mau tahu menahu akan nama besar "ITB"..atau bahkan..ITB sudah tidak besar sama sekali..toh rakyat Indonesia saja tidak tahu ITB,,apalagi luar negeri..di Belanda temanku pernah pertukaran pelajar…dan orang-orang di sana sama sekali tidak tahu bahwa ada yang namanya ITB di deket Bali (karena mereka juga tidak tahu sama sekali bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia)…

pertanyaan..
mau dibawa ke mana bangsa ini nantinya..saat pemerintah disalahkan terus menerus, dan rakyat hanya suka kawin dan kawin..yang tidak bisa disalahkan juga sebenarnya..karena itulah budaya mereka…
mau diapakan bangsa ini untuk sejahtera,,saat para calon pemimpinnya beradu mulut saja di televisi, dan hanya mengurusi kotanya..bukan pelosok pelosok daerah, dimana rakya sebenarnya berada..
mau apa bangsa ini saat pemimpin terpilih adalah pemimpin yang pernah didemo karena korupsinya..
bahkan..
mau apa bangsa ini..saat Pilkada dianggap sebagai ajang populer di jagad Indonesia saat ini..padahal Pilkada adalah ajang penghambur-hamburan uang..

bangsa ini memang aneh..dan aku tidak punya solusi cerdas, lugas, dan pas…
aku, Devandra Alferi…memang aneh..kuliah di ITB..tapi tidak tahu harus berbuat apa..

jika kalian merasakan hal yang sama…atau hanya menganggap bahwa "lakukan aja yang terbaik…belajar rajin…kerja…kaya…sumbangin ama rakyat..beres.."..berarti kalian juga aneh..karena solusi yang cerdas, lugas, dan pas adalah saat kita berhasil membuat orang-orang ikut tergerak untuk memajukan bangsa ini..karena kita Indonesia!!

PPSDMS Award

August 1st, 2008 by devanalferi

Akhirnya ada pengumuman tentang kandidat PPSDMS Award

dan namaku tak ada di dalamnya..haha..dasar devan..orang yang cuma nyampah di asrama..

Ya, buat tman-teman yang ada di sana..tolong bawa nama regional kita..semoga teman-teman bisa mengharumkan nama regional 2 kita ini..regional yang termasuk paling sedikit mahasiswanya yang berprestasi..haha..termasuk saya kan ya? haha

Will miss you..

See you on the next 20 years on private sectors, entepreneur, or third sectors to build our beloved country..

"betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri"

Regard,

Devan

sebuah pemikiran di pagi hari di saat seluruh dunia menentangku…

July 29th, 2008 by devanalferi

masa muda = masa senang-senang
masa muda = masa untuk nakal

kedua hal di atas = ???????????

saya sedang meyakinkan diri saya apakah betul itu merupakan definisi senang menurut diri saya pribadi? saya sedang meyakinkan diri saya bahwa itu bukanlah refleksi akan masa muda..saya pun sempat ragu akan definisi kesenangan saya sendiri. Saat saya sadari bahwa ternyata sangat banyak hal yang saya lewatkan ketika saya di masa muda ini. Saya seumur-umur belum pernah clubbing (sebuah kata yang tidak asing lagi menurut anak muda yang gaul) dan saya juga sudah tidak ingat kapan terakhir saya pergi ke konser anak muda, dsb.

Namun, yang saya ingat adalah ketika zaman dahulu bung Karno dengan usia 20–usia saya saat ini–sudah bisa memimpin partai politik. Yang saya ingat adalah ketika Soe Hok Gie yang memimpin teman-temanny untuk bergerak pada umur yang sama. (Ya, tentunya terlepas bahwa Soe Hok Gie akhirnya menggantikan Soekarno dengan pemimpin yang jauh lebih buruk –koruptor terbesar abad 20 di Asia, H.M.Soeharto)
. Yang saya ingat adalah ketika Alexander Agung menaklukkan Romawi dalam usianya juga yang sangat muda.

Lantas, kembali saya melihat lagi diri saya. Oi, ternyata ambo ini belum menghasilkan apa-apa selama masa muda ini. Apa bedanya saya dengan anak muda lain yang berpikiran bahwa masa muda adalah masa untuk besenang-senang. Apa kemudian yang menjadikan saya sebagai anak muda yang SPESIAL?

Masa mahasiswa adalah masa yang paling indah dalam hidup. Semua hal tersedia, bahkan dengan predikat "mahasiswa" kita bisa lebih dihargai di masyarakat..ITB lagi..haha…katanya…kata seseorang kakak kelas yang sekarang sedang memimpin organisasi di daerahnya.

Kalau saya arahkan isi dari blog ini menjadi seperti ini:
ketika saya berbicara sebagai "mahasiswa", ketika saya bicara sebagai "anak muda", semuanya sama…karena masa muda terakhir kita ada pada masa-masa kita sebagai mahasiswa.

Kemudian, di akhir blog ini saya hanya ingin mengembalikan pertanyaan saya di tiga paragraf sebelumnya:
apakah seorang Devandra Alferi sudah bisa menjadi "mahasiswa" yang SPESIAL?
apakah seorang Devandra Alferi sudah bisa menjadi "anak muda" yang SPESIAL?
apakah kita semua siap untuk menjadi SPESIAL?

apakah ada di antara teman-teman yang sudah merasa spesial?
Dengan segala hormat dan permohonan saya, saya berharap teman-teman bisa berbagi cerita kespesialan teman-teman dengan saya. Trims…..

salam hormat saya untuk semua,
Devandra Alferi

pemikiran di pagi hari saat seluruh dunia menentangku..

July 29th, 2008 by devanalferi

masa muda = masa senang-senang
masa muda = masa untuk nakal

kedua hal di atas = ???????????

saya sedang meyakinkan diri saya apakah betul itu merupakan definisi senang menurut diri saya pribadi? saya sedang meyakinkan diri saya bahwa itu bukanlah refleksi akan masa muda..saya pun sempat ragu akan definisi kesenangan saya sendiri. Saat saya sadari bahwa ternyata sangat banyak hal yang saya lewatkan ketika saya di masa muda ini. Saya seumur-umur belum pernah clubbing (sebuah kata yang tidak asing lagi menurut anak muda yang gaul) dan saya juga sudah tidak ingat kapan terakhir saya pergi ke konser anak muda, dsb.

Namun, yang saya ingat adalah ketika zaman dahulu bung Karno dengan usia 20–usia saya saat ini–sudah bisa memimpin partai politik. Yang saya ingat adalah ketika Soe Hok Gie yang memimpin teman-temanny untuk bergerak pada umur yang sama. (Ya, tentunya terlepas bahwa Soe Hok Gie akhirnya menggantikan Soekarno dengan pemimpin yang jauh lebih buruk –koruptor terbesar abad 20 di Asia, H.M.Soeharto)
. Yang saya ingat adalah ketika Alexander Agung menaklukkan Romawi dalam usianya juga yang sangat muda.

Lantas, kembali saya melihat lagi diri saya. Oi, ternyata ambo ini belum menghasilkan apa-apa selama masa muda ini. Apa bedanya saya dengan anak muda lain yang berpikiran bahwa masa muda adalah masa untuk besenang-senang. Apa kemudian yang menjadikan saya sebagai anak muda yang SPESIAL?

Masa mahasiswa adalah masa yang paling indah dalam hidup. Semua hal tersedia, bahkan dengan predikat "mahasiswa" kita bisa lebih dihargai di masyarakat..ITB lagi..haha…katanya…kata seseorang kakak kelas yang sekarang sedang memimpin organisasi di daerahnya.

antara kagum dan motivasi

July 18th, 2008 by devanalferi

sekian kalinya aku akan pergi ke Jakarta, Depok..entah ini kepergianku keberapa kali dalam hidupku ini….namun, sekarang aku kembali melihat ke samping…Fajrin yang sedang pergi ke Korea yang terkenal dengan negeri yang indah dan macan asia. Pacar sang Fajrin, si Ayam petok petok..haha..akan pergi ke Italia mempersiapkan kuliah S2 nya..haaah…

sementara aku masih di sini…di Pulau Jawa..sekali lagi, paling jauh aku hanya bertarung sampai Depok dan Jakarta saja..nothing special then…I really wish to see this Great World!! Oleh karena itu, sekarang aku sedang mengikuti lomba Indonesia-Australia…dengan hadiah pertama adalah tiket ke Sydney..entah kenapa walaupun aku tidak punya paspor dan visa, aku yakin suatu saat aku akan dapat menyusul Fajrin, Ayam Petok-Petok pacarnya Fajrin, atau teman-temanku lainnya yang sekarang sedang di luar negeri. Ada Liyana dan Tyas di Belanda, dan ada Nina di Singapura. Kedatangan bule2 dari Serbia, Slovenia, dan Spanyol benar-benar menambah keinginanku untuk melihat negara di dunia. Budaya mereka yang berbeda, aksen mereka, dan kehidupan farmasis mereka yang betul-betul bertolak belakang dibandingkan farmasis di Indonesia.

Semua hal yag kulihat, yang kurasakan, dan kuinginkan benar-benar menambah keinginanku untuk singgah di negara orang lain sebelum aku lulus kuliah. Mahasiswa seakan memiliki hak prerogatif nya sendiri untuk berbuat segala hal! entah sepakat atau tidak, tapi bagiku…saat kita lulus nanti, tapi kita tidak memiliki prestasi apa-apa, sangatlah disayangkan. Dunia sebenarnya adalah dunia saat kita semua kerja, membuat lapangan kerja, atau apapun itu. Saat di dunia semu; dunia mahasiswa ini; kita tidak menghasilkan prestasi apa-apa, lantas poin apa yang akan dilihat oleh perusahaan intererest kita. Saya kagum dengan Pratiwi Winata yang berprestasi dalam segi akademik. Saya kagum dengan Hegar Pramastya yang bisa beraktivitas bejibun namun akademiknya sangat bagus, belum lagi dalam hal lomba-lomba penelitiannya. Saya kagum dengan Ikhwanul Alim yang bisa menjadi Ketua Himpunan dan tidak melupakan hobinya untuk menambah ilmu pengetahuan dengan membaca, membaca, dan membaca. Saya kagum dengan Muhamad Fajrin Rasyid yang telah saya sebutkan di awal mengenai kinerjanya dalam kehidupan ini. Akademik, organisasi, dan pertemanan semuanya berjalan dengan baik di bawah panji "Muhamad Fajrin Rasyid". Ga tau tuh orang diberi makan apa. Lantas, seorang Devandra Alferi apakah sudah kagum akan dirinya sendiri? atau, pertanyaan lain yang sangat penting: Apakah seorang Devandra Alferi sudah ada yang mengagumi?? Sama seperti aku mengagumi Pratiwi Winata, Hegar Pramastya, atau Ikhwanul  Alim…apakah ada?

well, bagaimanapun juga…untuk pembaca setia blog saya ini….saat saya menulis tentang kekhawatiran saya akan lulus nanti yang tinggal satu tahun lagi ini, apakah teman-teman sepakat dengan saya atau tidak terserah teman-teman semua…karena sekali waktu ada seorang yang pernah bilang pada saya: mau menjadi alang-alang yang tenang, yang mengikuti angin kemanapun berhembus, atau mau menjadi pohon yang harus bersusah payah menghujamkan akarnya ke tanah saat angin menerpa dirinya…terserah teman-teman..alang-alang punya perannya masing-masing, tapi ingat. Alang-alang selalu diinjak-injak..Atau pohon yang suatu saat akan memberikan kerimbunannya untuk orang-orang.

Aku, Devandra Alferi..memilih untuk menjadi pohon itu..saat ini aku mungkin terseok-seok menghadapi kebingunan dan kegetiran angin yang terus berhembus menerpa diriku, tapi aku yakin suatu saat aku akan bisa memberikan kerimbunanku kepada siapa saja..Amiiin..

Sampai bertemu Devan pada hari Rabu, 23 Juli 2008…karena dari hari ini sampai hari Rabu aku akan berada di Depok, Jakarta. soo…bubye!!!

senang = semu?

July 5th, 2008 by devanalferi

Melihat kondisi Indonesia saat ini dan dunia pada umumnya, saya menjadi semakin yakin untuk mengatakan bahwa sebenarnya kita ini hidup sendirian…

semuanya akan kita putuskan sendiri,,bukan karena dia, kalian, atau kamu. Lihat saja, semakin banyak diskotik berjamuran, mall-mall bergelatakan…

sekarang, parameter kita dalam hidup hanya ada satu kata: SENANG..orang korupsi=senang, orang nge drug=senang, orang ajojing ria sampai subuh=senang, orang main layangan di pinggir jalan dan talinya ngabuat saya hampir jatuh dari motor=senang….semua karena senang..

sebuah wacana yang disampaikan oleh pihak-pihak tertentu demi menguasai dunia…ya itu tadi.meracuni seisi dunia ini..sementara mereka tau bahwa senang di dunia bukanlah jawaban untuk bisa bahagia di akhirat…

entahlah..jangan-jangan saya menulis blog ini=senang..jangan-jangan Anda yang melihat blog ini=senang??

yin dan yang

July 5th, 2008 by devanalferi

sebuah filusuf Cina mengatakan tentang konsep yin dan yang…bahwa keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan akan membentuk suatu harmoni yang indah…ya ga sih??salah satu manifestasinya adalah dalam simbol yin dan yang yang biasa kita kenal selama ini…

Jadi, dalam yin dan yang ini, diperlihatkan terdapat warna hitam dan warna putih yang seimbang dan sumpah itu indah banget…(menurut gue sih..hehe)…dalam film avatar pernah diperlihatkan bahwa sang avatar membentuk logo yin dan yang ini dalam sebuah danau dan kemudian mengalami intrance dan dapat mengusir pasukan negara api gitu lah…

Nah, sesuai teori ini…..saya akan mengambil kesimpulan sederhana sesuai dengan harfiah seperti dalam kamus - kamus (alaaaah)..jadi, seiring dengan berjalannya dunia…seperti yang kita tahu…selalu ada baik dan buruk di dunia ini..ya kan…tapi..kalau begitu, tidak salah donk semakin banyak orang jahat di dunia ini,,,ya ga sih??toh dengan semakin banyaknya orang-orang jahat, akan semakin banyak pula orang-orang baik di dunia ini?? ya ga sih? dan dengan begitu berarti terjadi keseimbangan di dunia ini..ya kan?

jadi, dengan keberadaan Amerika, Israel, dan antek2nya di dunia ini toh ga pa pa kan?? mereka sudah berperan sesuai dengan peranan mereka di dunia kan? ya ga?? dan sekarang tugas pihak-pihak yang seharusnya memang berperan untuk orang baik lah yang menjadi pihak yang baik…siapakah itu??

tidak ada yang bisa menjawab..karena pada akhirnya, aku pun tidak akan pernah tahu aku akan berada di pihak mana..karena sekali lagi, saya di pihak manapun akan berperan sesuai tugas masing-masing,,tugas yang menjadi keniscayaan di dunia ini..gitu….

dan terakhir, jawabannya adalah hanya ada di dalam hati kita sendiri..kita mau memilih yang mana…kita mau memilih menjadi orang baik, atau orang jahat….hidup itu pilihan…selalu pilihan…pilihan yang akhirnya akan jatuh kembali pada diri kita untuk memutuskannya….hidup itu juga sendiri..persisten menjadi kuncinya…

entahlah..berperan sesuai pilihan diri sendiri itu apakah dosa? toh kalo dunia ga ada orang jahat juga, ga akan ada orang baik..yang ada hanyalah kehampaan….jadi, mungkin pak Ustadz bisa menjawab pertanyaan saya ini…hehehe…