sangat lelah
Tuesday, June 5th, 2007ketika tidak dihargainya di hadapan mereka…
jujur
sangat lelah….
ketika tidak dihargainya di hadapan mereka…
jujur
sangat lelah….
Assalamu'alaikum wr.wb ini ada artikel bagus dari milis tetangga. semoga kita dapat menirunya. Wassalamu'alaikum wr.wb
KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIAOleh : Andri Aji Saputro
Tahukah Anda negara mana yang kualitaspendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memangbanyak yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untukkualitas pendidikan adalah Finlandia. Kualitaspendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimanaperjanjian damai dengan GAM dirundingkan, ini memangbegitu luar biasa sehingga membuat iri semua guru diseluruh dunia.
Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandiaberdasarkan hasil survei internasional yangkomprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Testersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuansiswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademistapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikananak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandiaberhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apakuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memangsedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara diEropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya.
Finlandia tidaklah mengenjot siswanya denganmenambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan,menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswadengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkandengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun,dan jam sekolah mereka justrulebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu.Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelahFinnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu
Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memangterletak pada kualitas gurunya. Guru-guru Finlandiaboleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas terbaikdengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji merekatidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaikbiasanya justru mendaftar untuk dapat masuk disekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamaryang bisa diterima, lebih ketat persaingainnyaketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya sepertifakultas hukum dan kedokteran! Bandingkan denganIndonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggidengan kualitas seadanya pula.
Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikandan pelatihan guru yang berkualitas tinggi tak salahjika kemudian mereka dapat menjadi guru-guru dengankualitas yang tinggi pula. Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapunyang mereka suka, dengan kurikulum yang merekarancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilihsendiri. Jika negara-negara lain percaya bahwa ujiandan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangatpenting bagi kualitas pendidikan, mereka justrupercaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyaktesting membuat kita cenderung mengajar siswa untuklolos ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisadiukur dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambilujian untuk mengetahui kualifikasi mereka diperguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkanke perguruan tinggi.
Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri,bahkan sejak Pra-TK! Inimembantu siswa belajarbertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kataSundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso,Finlandia. Dan kalau mereka bertanggungjawab merekaakan bekeja lebihbebas.Guru tidak harus selalu mengontrol mereka.
Siswa didorong untuk bekerja secara independendengan berusaha mencari sendiri informasi yang merekabutuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika merekamencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kitatidak belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskanapa yang dikatakan oleh guru. Disini guru tidakmengajar dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala,salah seorang siswa sekolah menengah. Suasana sekolahsangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komandohanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajarmenjadi tidak menyenangkan, sambungnya.
Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif.Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yangberprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yangterbaik menurut OECD.
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalantapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorangguru yang bertugas menangani masalah belajar danprilaku siswa membuat program individual bagi setiapsiswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harusdicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudiandatang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb.Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untukmenjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadappekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kitamengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebutakan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka iniakan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswadiperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanyadiminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidakada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkanagar bangga terhadap dirinya masing-masing.
Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskandiri pada segelintir siswa tertentu yang dianggapterbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan diFinlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen padakeberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalausaya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorangguru, maka itu berarti ada yang tidak beres denganpengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.
Diambil dari Top of the Class - Fergus Bordewich
30. Kahim HMF (mikir lama banget untuk memasukkan ini jadi mimpi gue..tapi setelah lama dipikir,,,mimpi tuh ga ada yang larang…masa mimpi aja takut? mau jadi apa bangsa ini?? ya gak? lagipula, bagi gue lebih penting PEMIMPIN KULTURAL daripada PEMIMPIN STRUKTURAL….so, untuk pembelajaran kepemimpinan, masih ada pilihan pertama,,,ga perlu harus jadi KAHIM….mulai sekarang, harus ngembangin karakter pemimpin nih..ya minimal: selalu memikirkan orang lain…..tanpa melupakan diri sendiri tentunya…dan berbuat yang bisa diperbuat untuk orang lain tadi…tolong ingetin ya, kalo gue lalai dalam belajar menjadi pemimpin ini….)
31. Meraih hadiah Paman Nobel (Nobel maksudnya)
32. Istri cukup satu (mudah-mudahan si dokter itu juga setia..disuntik Vasopresin aja apah??)
33. Punya Hard Disk Eksternal 100Giga
34. Punya laptop yang harga 10 juta (asumsinya dah bagus spec-nya)..
35…yo….dilanjutkan di mimpi mimpi selanjutnya
nah, masalahnya gue juga bingung..tapi…..
ko jadi ga jelas gini ya..
udah ah, lanjutin mimpi gue aja…
28. Made ama Nurul baekan
29. Mengendarai tank
….
lupa lagi,,ngantuk banget euyy..
yo..
saat mengetahui bahwa betapa nggak dihargainya diri ini di hadapan mereka