Archive for July, 2008

sebuah pemikiran di pagi hari di saat seluruh dunia menentangku…

Tuesday, July 29th, 2008

masa muda = masa senang-senang
masa muda = masa untuk nakal

kedua hal di atas = ???????????

saya sedang meyakinkan diri saya apakah betul itu merupakan definisi senang menurut diri saya pribadi? saya sedang meyakinkan diri saya bahwa itu bukanlah refleksi akan masa muda..saya pun sempat ragu akan definisi kesenangan saya sendiri. Saat saya sadari bahwa ternyata sangat banyak hal yang saya lewatkan ketika saya di masa muda ini. Saya seumur-umur belum pernah clubbing (sebuah kata yang tidak asing lagi menurut anak muda yang gaul) dan saya juga sudah tidak ingat kapan terakhir saya pergi ke konser anak muda, dsb.

Namun, yang saya ingat adalah ketika zaman dahulu bung Karno dengan usia 20–usia saya saat ini–sudah bisa memimpin partai politik. Yang saya ingat adalah ketika Soe Hok Gie yang memimpin teman-temanny untuk bergerak pada umur yang sama. (Ya, tentunya terlepas bahwa Soe Hok Gie akhirnya menggantikan Soekarno dengan pemimpin yang jauh lebih buruk –koruptor terbesar abad 20 di Asia, H.M.Soeharto)
. Yang saya ingat adalah ketika Alexander Agung menaklukkan Romawi dalam usianya juga yang sangat muda.

Lantas, kembali saya melihat lagi diri saya. Oi, ternyata ambo ini belum menghasilkan apa-apa selama masa muda ini. Apa bedanya saya dengan anak muda lain yang berpikiran bahwa masa muda adalah masa untuk besenang-senang. Apa kemudian yang menjadikan saya sebagai anak muda yang SPESIAL?

Masa mahasiswa adalah masa yang paling indah dalam hidup. Semua hal tersedia, bahkan dengan predikat "mahasiswa" kita bisa lebih dihargai di masyarakat..ITB lagi..haha…katanya…kata seseorang kakak kelas yang sekarang sedang memimpin organisasi di daerahnya.

Kalau saya arahkan isi dari blog ini menjadi seperti ini:
ketika saya berbicara sebagai "mahasiswa", ketika saya bicara sebagai "anak muda", semuanya sama…karena masa muda terakhir kita ada pada masa-masa kita sebagai mahasiswa.

Kemudian, di akhir blog ini saya hanya ingin mengembalikan pertanyaan saya di tiga paragraf sebelumnya:
apakah seorang Devandra Alferi sudah bisa menjadi "mahasiswa" yang SPESIAL?
apakah seorang Devandra Alferi sudah bisa menjadi "anak muda" yang SPESIAL?
apakah kita semua siap untuk menjadi SPESIAL?

apakah ada di antara teman-teman yang sudah merasa spesial?
Dengan segala hormat dan permohonan saya, saya berharap teman-teman bisa berbagi cerita kespesialan teman-teman dengan saya. Trims…..

salam hormat saya untuk semua,
Devandra Alferi

pemikiran di pagi hari saat seluruh dunia menentangku..

Tuesday, July 29th, 2008

masa muda = masa senang-senang
masa muda = masa untuk nakal

kedua hal di atas = ???????????

saya sedang meyakinkan diri saya apakah betul itu merupakan definisi senang menurut diri saya pribadi? saya sedang meyakinkan diri saya bahwa itu bukanlah refleksi akan masa muda..saya pun sempat ragu akan definisi kesenangan saya sendiri. Saat saya sadari bahwa ternyata sangat banyak hal yang saya lewatkan ketika saya di masa muda ini. Saya seumur-umur belum pernah clubbing (sebuah kata yang tidak asing lagi menurut anak muda yang gaul) dan saya juga sudah tidak ingat kapan terakhir saya pergi ke konser anak muda, dsb.

Namun, yang saya ingat adalah ketika zaman dahulu bung Karno dengan usia 20–usia saya saat ini–sudah bisa memimpin partai politik. Yang saya ingat adalah ketika Soe Hok Gie yang memimpin teman-temanny untuk bergerak pada umur yang sama. (Ya, tentunya terlepas bahwa Soe Hok Gie akhirnya menggantikan Soekarno dengan pemimpin yang jauh lebih buruk –koruptor terbesar abad 20 di Asia, H.M.Soeharto)
. Yang saya ingat adalah ketika Alexander Agung menaklukkan Romawi dalam usianya juga yang sangat muda.

Lantas, kembali saya melihat lagi diri saya. Oi, ternyata ambo ini belum menghasilkan apa-apa selama masa muda ini. Apa bedanya saya dengan anak muda lain yang berpikiran bahwa masa muda adalah masa untuk besenang-senang. Apa kemudian yang menjadikan saya sebagai anak muda yang SPESIAL?

Masa mahasiswa adalah masa yang paling indah dalam hidup. Semua hal tersedia, bahkan dengan predikat "mahasiswa" kita bisa lebih dihargai di masyarakat..ITB lagi..haha…katanya…kata seseorang kakak kelas yang sekarang sedang memimpin organisasi di daerahnya.

antara kagum dan motivasi

Friday, July 18th, 2008

sekian kalinya aku akan pergi ke Jakarta, Depok..entah ini kepergianku keberapa kali dalam hidupku ini….namun, sekarang aku kembali melihat ke samping…Fajrin yang sedang pergi ke Korea yang terkenal dengan negeri yang indah dan macan asia. Pacar sang Fajrin, si Ayam petok petok..haha..akan pergi ke Italia mempersiapkan kuliah S2 nya..haaah…

sementara aku masih di sini…di Pulau Jawa..sekali lagi, paling jauh aku hanya bertarung sampai Depok dan Jakarta saja..nothing special then…I really wish to see this Great World!! Oleh karena itu, sekarang aku sedang mengikuti lomba Indonesia-Australia…dengan hadiah pertama adalah tiket ke Sydney..entah kenapa walaupun aku tidak punya paspor dan visa, aku yakin suatu saat aku akan dapat menyusul Fajrin, Ayam Petok-Petok pacarnya Fajrin, atau teman-temanku lainnya yang sekarang sedang di luar negeri. Ada Liyana dan Tyas di Belanda, dan ada Nina di Singapura. Kedatangan bule2 dari Serbia, Slovenia, dan Spanyol benar-benar menambah keinginanku untuk melihat negara di dunia. Budaya mereka yang berbeda, aksen mereka, dan kehidupan farmasis mereka yang betul-betul bertolak belakang dibandingkan farmasis di Indonesia.

Semua hal yag kulihat, yang kurasakan, dan kuinginkan benar-benar menambah keinginanku untuk singgah di negara orang lain sebelum aku lulus kuliah. Mahasiswa seakan memiliki hak prerogatif nya sendiri untuk berbuat segala hal! entah sepakat atau tidak, tapi bagiku…saat kita lulus nanti, tapi kita tidak memiliki prestasi apa-apa, sangatlah disayangkan. Dunia sebenarnya adalah dunia saat kita semua kerja, membuat lapangan kerja, atau apapun itu. Saat di dunia semu; dunia mahasiswa ini; kita tidak menghasilkan prestasi apa-apa, lantas poin apa yang akan dilihat oleh perusahaan intererest kita. Saya kagum dengan Pratiwi Winata yang berprestasi dalam segi akademik. Saya kagum dengan Hegar Pramastya yang bisa beraktivitas bejibun namun akademiknya sangat bagus, belum lagi dalam hal lomba-lomba penelitiannya. Saya kagum dengan Ikhwanul Alim yang bisa menjadi Ketua Himpunan dan tidak melupakan hobinya untuk menambah ilmu pengetahuan dengan membaca, membaca, dan membaca. Saya kagum dengan Muhamad Fajrin Rasyid yang telah saya sebutkan di awal mengenai kinerjanya dalam kehidupan ini. Akademik, organisasi, dan pertemanan semuanya berjalan dengan baik di bawah panji "Muhamad Fajrin Rasyid". Ga tau tuh orang diberi makan apa. Lantas, seorang Devandra Alferi apakah sudah kagum akan dirinya sendiri? atau, pertanyaan lain yang sangat penting: Apakah seorang Devandra Alferi sudah ada yang mengagumi?? Sama seperti aku mengagumi Pratiwi Winata, Hegar Pramastya, atau Ikhwanul  Alim…apakah ada?

well, bagaimanapun juga…untuk pembaca setia blog saya ini….saat saya menulis tentang kekhawatiran saya akan lulus nanti yang tinggal satu tahun lagi ini, apakah teman-teman sepakat dengan saya atau tidak terserah teman-teman semua…karena sekali waktu ada seorang yang pernah bilang pada saya: mau menjadi alang-alang yang tenang, yang mengikuti angin kemanapun berhembus, atau mau menjadi pohon yang harus bersusah payah menghujamkan akarnya ke tanah saat angin menerpa dirinya…terserah teman-teman..alang-alang punya perannya masing-masing, tapi ingat. Alang-alang selalu diinjak-injak..Atau pohon yang suatu saat akan memberikan kerimbunannya untuk orang-orang.

Aku, Devandra Alferi..memilih untuk menjadi pohon itu..saat ini aku mungkin terseok-seok menghadapi kebingunan dan kegetiran angin yang terus berhembus menerpa diriku, tapi aku yakin suatu saat aku akan bisa memberikan kerimbunanku kepada siapa saja..Amiiin..

Sampai bertemu Devan pada hari Rabu, 23 Juli 2008…karena dari hari ini sampai hari Rabu aku akan berada di Depok, Jakarta. soo…bubye!!!

senang = semu?

Saturday, July 5th, 2008

Melihat kondisi Indonesia saat ini dan dunia pada umumnya, saya menjadi semakin yakin untuk mengatakan bahwa sebenarnya kita ini hidup sendirian…

semuanya akan kita putuskan sendiri,,bukan karena dia, kalian, atau kamu. Lihat saja, semakin banyak diskotik berjamuran, mall-mall bergelatakan…

sekarang, parameter kita dalam hidup hanya ada satu kata: SENANG..orang korupsi=senang, orang nge drug=senang, orang ajojing ria sampai subuh=senang, orang main layangan di pinggir jalan dan talinya ngabuat saya hampir jatuh dari motor=senang….semua karena senang..

sebuah wacana yang disampaikan oleh pihak-pihak tertentu demi menguasai dunia…ya itu tadi.meracuni seisi dunia ini..sementara mereka tau bahwa senang di dunia bukanlah jawaban untuk bisa bahagia di akhirat…

entahlah..jangan-jangan saya menulis blog ini=senang..jangan-jangan Anda yang melihat blog ini=senang??

yin dan yang

Saturday, July 5th, 2008

sebuah filusuf Cina mengatakan tentang konsep yin dan yang…bahwa keseimbangan antara kebaikan dan kejahatan akan membentuk suatu harmoni yang indah…ya ga sih??salah satu manifestasinya adalah dalam simbol yin dan yang yang biasa kita kenal selama ini…

Jadi, dalam yin dan yang ini, diperlihatkan terdapat warna hitam dan warna putih yang seimbang dan sumpah itu indah banget…(menurut gue sih..hehe)…dalam film avatar pernah diperlihatkan bahwa sang avatar membentuk logo yin dan yang ini dalam sebuah danau dan kemudian mengalami intrance dan dapat mengusir pasukan negara api gitu lah…

Nah, sesuai teori ini…..saya akan mengambil kesimpulan sederhana sesuai dengan harfiah seperti dalam kamus - kamus (alaaaah)..jadi, seiring dengan berjalannya dunia…seperti yang kita tahu…selalu ada baik dan buruk di dunia ini..ya kan…tapi..kalau begitu, tidak salah donk semakin banyak orang jahat di dunia ini,,,ya ga sih??toh dengan semakin banyaknya orang-orang jahat, akan semakin banyak pula orang-orang baik di dunia ini?? ya ga sih? dan dengan begitu berarti terjadi keseimbangan di dunia ini..ya kan?

jadi, dengan keberadaan Amerika, Israel, dan antek2nya di dunia ini toh ga pa pa kan?? mereka sudah berperan sesuai dengan peranan mereka di dunia kan? ya ga?? dan sekarang tugas pihak-pihak yang seharusnya memang berperan untuk orang baik lah yang menjadi pihak yang baik…siapakah itu??

tidak ada yang bisa menjawab..karena pada akhirnya, aku pun tidak akan pernah tahu aku akan berada di pihak mana..karena sekali lagi, saya di pihak manapun akan berperan sesuai tugas masing-masing,,tugas yang menjadi keniscayaan di dunia ini..gitu….

dan terakhir, jawabannya adalah hanya ada di dalam hati kita sendiri..kita mau memilih yang mana…kita mau memilih menjadi orang baik, atau orang jahat….hidup itu pilihan…selalu pilihan…pilihan yang akhirnya akan jatuh kembali pada diri kita untuk memutuskannya….hidup itu juga sendiri..persisten menjadi kuncinya…

entahlah..berperan sesuai pilihan diri sendiri itu apakah dosa? toh kalo dunia ga ada orang jahat juga, ga akan ada orang baik..yang ada hanyalah kehampaan….jadi, mungkin pak Ustadz bisa menjawab pertanyaan saya ini…hehehe…