antara kagum dan motivasi

sekian kalinya aku akan pergi ke Jakarta, Depok..entah ini kepergianku keberapa kali dalam hidupku ini….namun, sekarang aku kembali melihat ke samping…Fajrin yang sedang pergi ke Korea yang terkenal dengan negeri yang indah dan macan asia. Pacar sang Fajrin, si Ayam petok petok..haha..akan pergi ke Italia mempersiapkan kuliah S2 nya..haaah…

sementara aku masih di sini…di Pulau Jawa..sekali lagi, paling jauh aku hanya bertarung sampai Depok dan Jakarta saja..nothing special then…I really wish to see this Great World!! Oleh karena itu, sekarang aku sedang mengikuti lomba Indonesia-Australia…dengan hadiah pertama adalah tiket ke Sydney..entah kenapa walaupun aku tidak punya paspor dan visa, aku yakin suatu saat aku akan dapat menyusul Fajrin, Ayam Petok-Petok pacarnya Fajrin, atau teman-temanku lainnya yang sekarang sedang di luar negeri. Ada Liyana dan Tyas di Belanda, dan ada Nina di Singapura. Kedatangan bule2 dari Serbia, Slovenia, dan Spanyol benar-benar menambah keinginanku untuk melihat negara di dunia. Budaya mereka yang berbeda, aksen mereka, dan kehidupan farmasis mereka yang betul-betul bertolak belakang dibandingkan farmasis di Indonesia.

Semua hal yag kulihat, yang kurasakan, dan kuinginkan benar-benar menambah keinginanku untuk singgah di negara orang lain sebelum aku lulus kuliah. Mahasiswa seakan memiliki hak prerogatif nya sendiri untuk berbuat segala hal! entah sepakat atau tidak, tapi bagiku…saat kita lulus nanti, tapi kita tidak memiliki prestasi apa-apa, sangatlah disayangkan. Dunia sebenarnya adalah dunia saat kita semua kerja, membuat lapangan kerja, atau apapun itu. Saat di dunia semu; dunia mahasiswa ini; kita tidak menghasilkan prestasi apa-apa, lantas poin apa yang akan dilihat oleh perusahaan intererest kita. Saya kagum dengan Pratiwi Winata yang berprestasi dalam segi akademik. Saya kagum dengan Hegar Pramastya yang bisa beraktivitas bejibun namun akademiknya sangat bagus, belum lagi dalam hal lomba-lomba penelitiannya. Saya kagum dengan Ikhwanul Alim yang bisa menjadi Ketua Himpunan dan tidak melupakan hobinya untuk menambah ilmu pengetahuan dengan membaca, membaca, dan membaca. Saya kagum dengan Muhamad Fajrin Rasyid yang telah saya sebutkan di awal mengenai kinerjanya dalam kehidupan ini. Akademik, organisasi, dan pertemanan semuanya berjalan dengan baik di bawah panji "Muhamad Fajrin Rasyid". Ga tau tuh orang diberi makan apa. Lantas, seorang Devandra Alferi apakah sudah kagum akan dirinya sendiri? atau, pertanyaan lain yang sangat penting: Apakah seorang Devandra Alferi sudah ada yang mengagumi?? Sama seperti aku mengagumi Pratiwi Winata, Hegar Pramastya, atau Ikhwanul  Alim…apakah ada?

well, bagaimanapun juga…untuk pembaca setia blog saya ini….saat saya menulis tentang kekhawatiran saya akan lulus nanti yang tinggal satu tahun lagi ini, apakah teman-teman sepakat dengan saya atau tidak terserah teman-teman semua…karena sekali waktu ada seorang yang pernah bilang pada saya: mau menjadi alang-alang yang tenang, yang mengikuti angin kemanapun berhembus, atau mau menjadi pohon yang harus bersusah payah menghujamkan akarnya ke tanah saat angin menerpa dirinya…terserah teman-teman..alang-alang punya perannya masing-masing, tapi ingat. Alang-alang selalu diinjak-injak..Atau pohon yang suatu saat akan memberikan kerimbunannya untuk orang-orang.

Aku, Devandra Alferi..memilih untuk menjadi pohon itu..saat ini aku mungkin terseok-seok menghadapi kebingunan dan kegetiran angin yang terus berhembus menerpa diriku, tapi aku yakin suatu saat aku akan bisa memberikan kerimbunanku kepada siapa saja..Amiiin..

Sampai bertemu Devan pada hari Rabu, 23 Juli 2008…karena dari hari ini sampai hari Rabu aku akan berada di Depok, Jakarta. soo…bubye!!!

3 Responses to “antara kagum dan motivasi”

  1. lazu Says:

    Devandra Alferi, aku mengagumimu:) bener, gw kagum ama lo van….. tanya kenapa? kenapa ya?

  2. lang Says:

    klo gt gw kagum Ayu aj d…terus terang nih, gw kagum smua org di lingkungan kampusku..smp skrg ak bgung knp ak diantara mrka, pdhl ak g lbh baik…itulah yg mmbuat ak terlena hingga kini ak blom tersadar..euforia itu msh trasa jelas..

  3. devan Says:

    ini blog setaun yang lalu lang..
    dan jawabannya adalah kadang kita ga sadar, terkadang kita membuat hal2 yang luar biasa…mungkin seperti itu..mungkin..

Leave a Reply