untitled
Malam tadi, ayahku menyampaikan di Kick Andy ada liputan Black Innovation Award tentang barang-barang hasil karya anak muda yang kreatif. Ayahku kemudian (nampaknya) berusaha memotivasi aku untuk pula ikut berkreativitas seperti mereka. Namun, entah kenapa, yang aku tangkap adalah menjelek-jelekan diriku sendiri. Memang sih, Devan yang ga kreatif, tidak punya ide untuk menciptakan barang-barang seperti mereka. Hah…kenapa ya ayah ga pernah mengerti..Anaknya ini ada di Sekolah FARMASI..sebuah sistem pendidikan yang kurasakan sampai saat ini tidak bisa memfasilitasi Devan untuk kreatif.
Tapi, memang tidak bisa disalahkan begitu saja, karena memang Devan sendirilah yang tidak pula berniat untuk bertindak kreatif untuk mencipta. Konsumsi saja yang terpikir di otakku ini. Tidak pernah kupikirkan apakah aku bisa berbuat sesuatu untuk orang lain dengan karya-karyaku..
Seorang teman di asrama pernah bertanya padaku: "Karyamu apa Van?"..
Dan pertanyaan ini aku tidak bisa menjawabnya. Selama di ITB sepertinya aku jarang sekali berkarya. Tentunya karya yang nyata, yang bisa dimanfaatkan orang lain..jarang..jarang sekali…ya elah…sekali lagi di blog sebelumnya..PRESTASI…paling tidak hal ini yang harus bisa kubuktikan di satu tahun sebelum aku lulus. Aku harus membuktikan pada ayahku bahwa aku pun mampu untuk berkarya seperti mereka di Kick Andy tadi malam.
Anak tunggal itu beban, tapi
itulah motivasiku..
jadi inget nanti aku mati,
apa yang bisa Devandra Alferi tinggalkan?
sumbangkan namaku untuk dicatat dalam sejarah peradaban dunia!!!Amiin.